Balap Liar Makan Korban, Polisi Mediasi Pelaku dengan Korban: Patroli Besar-besaran dan Tilang Menanti Pembalap Jalanan
- account_circle S/A/lik
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar

Korban, Muhammad Nur Husen, warga Kelurahan Blindungan, dipertemukan dengan dua pemuda yang terlibat dalam aksi balap liar di Jalan PB Sudirman, yakni Miftah
Bondowoso, Aspirasi.co.id – Aksi balap liar di Kabupaten Bondowoso yang berujung memakan korban akhirnya memasuki tahap mediasi.
Namun, di balik upaya penyelesaian tersebut, Satlantas Polres Bondowoso menegaskan tidak akan memberi ruang bagi pelaku balap liar yang masih nekat beraksi.
Korban, Muhammad Nur Husen, warga Kelurahan Blindungan, dipertemukan dengan dua pemuda yang terlibat dalam aksi balap liar di Jalan PB Sudirman, yakni Miftah (20) dan Beni (21).
Pertemuan difasilitasi Satlantas Polres Bondowoso untuk mencari penyelesaian atas insiden yang sempat menghebohkan masyarakat.
Kasatlantas Polres Bondowoso, AKP Irwan Rizky Prakoso, mengatakan mediasi dilakukan agar kedua belah pihak dapat menyelesaikan persoalan secara baik.
“Pada kesempatan siang hari ini kami pertemukan antara pihak korban dan pihak pelaku. Alhamdulillah kedua pihak sudah bertemu dan nanti akan dibicarakan seperti apa penyelesaiannya,” ujar Irwan.
Meski demikian, Irwan menegaskan bahwa proses mediasi tidak mengurangi komitmen kepolisian untuk memberantas balap liar dan aksi speeding yang selama ini meresahkan warga.
“Untuk aksi-aksi speeding dan balap liar tolong ditiadakan, bukan dikurangi. Pada intinya kegiatan tersebut tidak ada manfaatnya,” tegasnya.
Menurutnya, kendaraan telah dirancang pabrikan dengan standar keselamatan tertentu. Modifikasi ekstrem dan penggunaan jalan umum sebagai arena balap hanya meningkatkan risiko kecelakaan yang dapat merenggut nyawa, baik pelaku maupun pengguna jalan lainnya.
Sebagai langkah konkret, Satlantas Polres Bondowoso akan menggencarkan patroli rutin dan berskala besar di sejumlah titik yang selama ini menjadi lokasi favorit balap liar.
“Ke depan kami akan melaksanakan patroli secara rutin dan masif. Bagi yang masih nekat dan ngeyel, kami akan mengambil tindakan tegas dengan penilangan,” katanya.
Selain penegakan hukum, polisi juga memperkuat upaya pencegahan melalui koordinasi dengan Babinsa, lurah, kepala desa, pihak sekolah, hingga orang tua apabila pelaku masih berstatus pelajar.
Polres Bondowoso berharap langkah tegas tersebut mampu memberikan efek jera sekaligus mengembalikan fungsi jalan raya sebagai ruang publik yang aman bagi seluruh masyarakat, bukan arena adu kecepatan yang mengancam keselamatan.
- Penulis: S/A/lik


Saat ini belum ada komentar