MAT PECI Dongkrak Keuntungan Peternak hingga 330 Persen, Bondowoso Bidik 70 Ribu Sapi
- account_circle Redaksi
- calendar_month 1 menit yang lalu
- visibility 2
- comment 0 komentar

Hendri Widotono, mengatakan MAT PECI bukan sekadar program peternakan biasa
BONDOWOSO, ASPIRASI.CO.ID – Inovasi peternakan asal Bondowoso mulai menunjukkan hasil yang tak main-main. Melalui metode MAT PECI (Manajemen Ternak Pedet Cepat Jadi Induk), Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bondowoso optimistis mampu mendongkrak populasi sapi sekaligus meningkatkan keuntungan peternak hingga 330 persen.
Kepala Disnakkan Bondowoso, Hendri Widotono, mengatakan MAT PECI bukan sekadar program peternakan biasa, (11/8/2026).
Inovasi yang telah dikembangkan sejak 2016 di Kecamatan Sumberwringin itu kini tengah dipersiapkan untuk direplikasi ke seluruh wilayah Bondowoso, bahkan diikutsertakan dalam kompetisi inovasi tingkat nasional.
“Keuntungannya peternak bisa naik sampai 330 persen. Ini yang menjadi materi kita, bagaimana manajemen ternak pedet bisa cepat menjadi induk,” kata Hendri.
Menurutnya, perbedaan metode MAT PECI dengan pola pemeliharaan konvensional terlihat dari pertumbuhan jumlah ternak dalam kurun waktu lima tahun.
Dengan metode konvensional, peternak rata-rata hanya mampu mengembangkan populasi hingga sekitar sembilan ekor. Sementara melalui MAT PECI, jumlah ternak bisa berkembang jauh lebih besar, bahkan diproyeksikan mencapai puluhan ekor dari satu indukan.
“Bayangkan kalau umur lima tahun peternak bisa memiliki 33 sampai 65 ekor. Kalau konvensional, lima tahun paling tinggi sekitar sembilan ekor. Ini yang membuat metode ini luar biasa,” ujarnya.
Hendri menjelaskan, pola MAT PECI mengatur siklus ternak secara lebih cepat.
Ketika pedet telah mencapai usia sekitar empat bulan, ternak dapat dijual dan hasilnya digunakan untuk membeli indukan baru. Indukan tersebut kemudian dikembangkan kembali sehingga populasi terus bertambah.
Untuk pedet betina, nilai tambahnya bahkan bisa mencapai sekitar Rp2 juta per ekor, sementara pedet jantan tetap memberikan keuntungan ekonomi bagi peternak.
Dari Satu Desa, Bidik Ribuan hingga Puluhan Ribu Sapi
Disnakkan Bondowoso kini tidak ingin inovasi tersebut berhenti di satu wilayah.
Konsepnya akan direplikasi secara bertahap dengan pola satu desa memiliki minimal satu indukan sebagai titik awal pengembangan.
Dengan ratusan desa dan kelurahan di Bondowoso, potensi pengembangan populasi sapi dinilai sangat besar.
Hendri bahkan memproyeksikan, jika pola tersebut dikembangkan secara masif, populasi sapi hasil pengembangan MAT PECI dapat mencapai puluhan ribu ekor dalam beberapa tahun.
“Kalau satu desa satu induk saja, jumlahnya sudah ratusan. Dalam lima tahun bisa berkembang menjadi ribuan ekor. Kalau setiap desa bisa memiliki 10 induk, potensinya bisa mencapai puluhan ribu ekor,” jelasnya.
Menurut Hendri, angka tersebut bukan sekadar hitung-hitungan di atas kertas. Pihaknya telah melihat keberhasilan peternak yang menjalankan metode tersebut sejak awal pengembangan.
Salah satu contohnya adalah Feri, peternak yang telah menjalankan pola tersebut sejak sekitar 2015–2016. Kini, Feri disebut telah memiliki sekitar 16 ekor sapi.
Keberhasilan para peternak tersebut akan menjadi bagian penting dalam pengembangan MAT PECI sekaligus bukti bahwa inovasi tersebut dapat diterapkan langsung di tingkat masyarakat.
“Ini sudah berjalan sejak 2016 di Sumberwringin. Sekarang kita akan blow up sampai tingkat Bondowoso. Inovasi ini lahir dari petugas di lapangan, kemudian akan kita replikasi di seluruh kecamatan,” tegas Hendri.
Disnakkan berharap MAT PECI tidak hanya meningkatkan populasi sapi, tetapi juga mengubah pola pikir peternak dari sekadar memelihara ternak menjadi mengembangkan aset produktif secara berkelanjutan.
Jika berhasil diterapkan secara luas, inovasi tersebut diyakini dapat menjadi salah satu strategi Bondowoso dalam memperkuat sektor peternakan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Ini yang akan kita gagas dan kita sampaikan kepada pengambil kebijakan. Karena kalau ini dikembangkan secara serius, Bondowoso bukan hanya punya banyak sapi, tetapi juga punya peternak yang semakin sejahtera,” pungkas Hendri
- Penulis: Redaksi


Saat ini belum ada komentar