Polda Jatim Gaspol Tertib Tol! Jelang Ketupat Semeru 2026, Truk-Bus Ditegur, Keselamatan Digenjot
- account_circle Malik
- calendar_month Rab, 18 Feb 2026
- visibility 81
- comment 0 komentar

Kasat PJR Polda Jatim, Hendrix Kusuma Wardhana, menjelaskan bahwa penertiban kendaraan
Surabaya, Aspirasi.co.id – Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Timur terus menggencarkan kampanye keselamatan berlalu lintas menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026.
Upaya ini dilakukan untuk memastikan arus mudik dan mobilitas masyarakat berjalan aman, tertib, dan lancar.
Melalui jajaran Satuan Patroli Jalan Raya (PJR), petugas turun langsung ke ruas tol untuk membagikan flyer edukatif terkait penggunaan lajur yang benar.
Kampanye ini menyasar khusus kendaraan angkutan barang dan penumpang yang kerap mendominasi jalur cepat.
Kasat PJR Polda Jatim, Hendrix Kusuma Wardhana, menjelaskan bahwa penertiban kendaraan angkutan barang telah dilakukan serentak sejak pertengahan Februari.
Langkah tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Kakorlantas Polri, Agus Suryonugroho, guna menekan risiko kecelakaan serta mencegah kepadatan di jalan tol.
Flyer yang dibagikan berisi edukasi penting: lajur kanan hanya digunakan untuk mendahului, sementara kendaraan berat seperti truk dan bus wajib berada di lajur kiri.
Ketentuan ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 108 yang mengatur tata cara penggunaan jalur jalan.
“Kami mengajak seluruh pengguna jalan, khususnya angkutan barang dan orang, untuk disiplin menggunakan lajur. Keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama,” tegas Hendrix.
Sementara itu, Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Jatim, Edith Yuswo Widodo, menyebut kegiatan ini sebagai langkah preventif guna meningkatkan keselamatan sekaligus kelancaran lalu lintas.
Menurutnya, kepatuhan pengguna jalan terhadap aturan jalur sangat berpengaruh terhadap keamanan bersama — baik di jalan tol maupun jalan arteri yang memiliki banyak lajur.
Selain edukasi lajur, pengawasan kendaraan Over Dimension dan Overload (ODOL) juga menjadi perhatian utama. Truk bermuatan berlebih dinilai berisiko merusak infrastruktur jalan sekaligus meningkatkan potensi kecelakaan dan kemacetan panjang.
“Keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas adalah tanggung jawab bersama. Kepatuhan hari ini adalah perlindungan untuk semua pengguna jalan,” pungkas Edith.
Dengan kampanye yang terus digelorakan, Ditlantas Polda Jatim berharap kesadaran berlalu lintas masyarakat meningkat sehingga momentum Operasi Ketupat Semeru 2026 dapat berlangsung lebih aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan.
- Penulis: Malik


Saat ini belum ada komentar