Polres Lumajang Kepung Laju Api di Ranupani, Sekat Bakar Dipasang Cegah Karhutla TNBTS Merembet
- account_circle Redaksi
- calendar_month 2 menit yang lalu
- visibility 2
- comment 0 komentar

Kapolres menegaskan seluruh personel gabungan tetap disiagakan.
LUMAJANG, ASPIRASI.CO.ID – Kobaran api yang membakar kawasan hutan di Blok Jantur, Kabupaten Probolinggo, terus diantisipasi agar tidak merembet ke wilayah Kabupaten Lumajang.
Polres Lumajang Polda Jatim bersama BPBD Kabupaten Lumajang, petugas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), serta masyarakat bergerak cepat memperkuat pertahanan di kawasan perbatasan Desa Ranupani dan Desa Argosari, Kecamatan Senduro.
Langkah taktis dilakukan dengan membuat sekat bakar (fire break). Ranting, semak, dan vegetasi di sepanjang jalur perbatasan dibersihkan untuk memutus jalur rambatan api sekaligus mempersempit ruang geraknya.
Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi mengatakan, penyekatan tersebut menjadi langkah antisipasi agar api yang masih terpantau di Blok Jantur tidak bergerak masuk ke wilayah Lumajang.
“Personel Polres Lumajang bersama petugas BPBD, TNBTS, dan masyarakat hingga saat ini melakukan upaya pemadaman dan penyekatan di Desa Ranupani dan Desa Argosari,” kata AKBP Riki, Sabtu (8/8/2026).
Menurutnya, personel gabungan juga terus melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan. Setiap pergerakan api yang mengarah ke wilayah Lumajang menjadi perhatian serius petugas di lapangan.
“Hingga saat ini titik api masih terpantau berada di kawasan Blok Jantur,” ujarnya.
Untuk memperkuat penanganan, operasi pemadaman dari udara juga disiapkan. Berdasarkan koordinasi dengan Kepala Resort Ranupani, BA A. Ariyanto, S.Hut., dua unit helikopter water bombing akan dikerahkan untuk membantu menjinakkan kobaran api.
“Akan diterjunkan helikopter water bombing dari BNPB dan TNI AL untuk membantu proses pemadaman,” kata AKBP Riki.
Sementara itu, penyebab maupun sumber awal kebakaran masih belum dapat dipastikan.
Pihak berwenang masih melakukan proses identifikasi untuk mengetahui asal mula munculnya titik api.
Kapolres menegaskan seluruh personel gabungan tetap disiagakan.
Selain melakukan pemadaman, mereka juga memperketat pemantauan agar api tidak meluas dan mengancam kawasan hutan maupun permukiman di wilayah Lumajang.
Masyarakat juga diminta tidak mendekati lokasi kebakaran serta menghindari aktivitas yang berpotensi memicu munculnya titik api baru.
“Sinergi seluruh pihak sangat dibutuhkan agar kebakaran ini segera dapat dikendalikan dan tidak meluas hingga mengancam permukiman maupun kawasan hutan lainnya,” pungkas AKBP Riki.
- Penulis: Redaksi


Saat ini belum ada komentar