Wabup As’ad Optimistis Ijen UNESCO Global Geopark Pertahankan Status, Tegaskan Komitmen Konservasi hingga Kesejahteraan Masyarakat
- account_circle Redaksi
- calendar_month 4 menit yang lalu
- visibility 2
- comment 0 komentar

Wakil Bupati Bondowoso As'ad Yahya Syafi'i saat menghadiri Closing Meeting Revalidasi Ijen UNESCO Global Geopark 2026.
BONDOWOSO, ASPIRASI.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Bondowoso menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pengelolaan kawasan Ijen UNESCO Global Geopark melalui prinsip konservasi, edukasi, dan pembangunan ekonomi berkelanjutan.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Bupati Bondowoso As’ad Yahya Syafi’i saat menghadiri Closing Meeting Revalidasi Ijen UNESCO Global Geopark 2026.
Dalam sambutannya, As’ad menyampaikan ucapan selamat datang kepada tim asesor UNESCO dan seluruh tamu yang hadir di Bondowoso, (6/8/2026).
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bondowoso dan seluruh masyarakat Bondowoso, kami mengucapkan selamat datang di Bondowoso, The Highland Paradise,” ujarnya.
Menurutnya, julukan tersebut bukan sekadar slogan. Bondowoso merupakan wilayah pegunungan yang memiliki bentang alam luar biasa sebagai bagian dari kawasan Gunung Ijen Purba dengan 22 anak gunung yang menyimpan warisan geologi bernilai tinggi.
Potensi alam itu, kata As’ad, menjadi modal penting dalam membangun daerah secara berkelanjutan. Namun, pemanfaatannya harus tetap berpijak pada tiga pilar utama UNESCO Global Geopark, yakni konservasi, edukasi, dan pembangunan ekonomi berkelanjutan.
“Ketiga prinsip tersebut harus berjalan beriringan agar warisan alam tetap lestari sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Selain kekayaan geologi, Bondowoso juga memiliki potensi unggulan di sektor pertanian, khususnya kopi.
Saat ini Bondowoso memiliki dua produk kopi yang telah memperoleh sertifikat Indikasi Geografis, yakni Kopi Arabika Java Ijen-Raung dan Kopi Arabika Argopuro, yang menjadi identitas sekaligus kebanggaan masyarakat setempat.
Di bidang pendidikan, Pemerintah Kabupaten Bondowoso juga telah mengintegrasikan nilai-nilai geopark ke dalam pembelajaran melalui muatan lokal di sekolah-sekolah.
Langkah tersebut dilakukan agar generasi muda semakin mengenal sekaligus memiliki kepedulian terhadap kekayaan geologi, hayati, dan budaya daerahnya.
As’ad mengungkapkan, keberadaan Ijen UNESCO Global Geopark telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Kunjungan wisatawan terus meningkat, aktivitas ekonomi masyarakat berkembang, dan sektor pariwisata semakin berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
“Ini membuktikan bahwa pelestarian alam dapat berjalan selaras dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, As’ad juga menyampaikan apresiasi kepada tim asesor UNESCO, khususnya Andreas Schüller, atas dedikasi selama proses revalidasi yang berlangsung pada 2–6 Agustus 2026 di Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso.
Ia menegaskan, proses revalidasi bukan sekadar penilaian untuk mempertahankan status UNESCO Global Geopark, tetapi juga menjadi momentum untuk belajar, berbenah, dan meningkatkan kualitas pengelolaan kawasan geopark.
“Setiap masukan dan rekomendasi yang diberikan akan menjadi bekal yang sangat berharga bagi kami dalam memperkuat pengelolaan Ijen UNESCO Global Geopark di masa mendatang,” ujarnya.
Menutup sambutannya, As’ad berharap hasil revalidasi tahun ini mampu mempertahankan status Ijen sebagai UNESCO Global Geopark.
Lebih dari itu, ia berharap kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan terus terjalin demi menjaga kelestarian alam sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami berharap semangat kolaborasi ini terus berlanjut sehingga kawasan Ijen Geopark semakin mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjadi kebanggaan bersama.
Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan proses revalidasi ini. Semoga para tamu membawa kesan indah dari Bondowoso dan dapat kembali berkunjung di lain kesempatan,” pungkasnya.
- Penulis: Redaksi


Saat ini belum ada komentar