Tiga Tahun Mati Suri, Pemkab Bondowoso Dorong PHRI Bangkit Lagi
- account_circle Redaksi
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar

Kepala Disparbudpora Bondowoso, Gede Budiawan, menegaskan PHRI bukan sekadar organisasi perkumpulan pengusaha
BONDOWOSO, ASPIRASI.CO.ID – Setelah sekitar tiga tahun berjalan tanpa kepengurusan aktif, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bondowoso kembali didorong untuk hidup dan menata organisasi.
Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) mengambil langkah konkret dengan mempertemukan para pelaku usaha hotel dan restoran.
Upaya tersebut menjadi pintu masuk untuk menghidupkan kembali PHRI Bondowoso yang terakhir memiliki kepengurusan hingga 2023.
Kepala Disparbudpora Bondowoso, Gede Budiawan, menegaskan PHRI bukan sekadar organisasi perkumpulan pengusaha.
Menurutnya, keberadaan wadah tersebut dibutuhkan sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah daerah dengan pelaku usaha perhotelan dan restoran.
“Sebagai induk hotel dan resto yang ada di Bondowoso, kami sebagai pemerintah kabupaten memfasilitasi bagaimana hotel dan resto di Bondowoso bisa berkumpul dan memiliki kelembagaan dalam bentuk PHRI,” kata Gede, Jumat (11/9/2026).
Tak berhenti pada pertemuan antarpelaku usaha, Pemkab Bondowoso juga telah membuka komunikasi dengan jajaran PHRI Jawa Timur.
Langkah itu dilakukan agar proses pembentukan kembali kepengurusan PHRI di tingkat kabupaten tidak berhenti sebatas wacana.
Respons positif pun datang dari PHRI Jawa Timur. Komunikasi mulai dibangun dengan sejumlah pengusaha hotel dan restoran yang beroperasi di Bondowoso sebagai bagian dari penjajakan pembentukan kepengurusan baru.
Gede berharap seluruh pelaku usaha hotel dan restoran ikut mengambil bagian dalam proses tersebut.
“Harapannya semua hotel yang ada di Bondowoso bisa bersama-sama membentuk PHRI. Sehingga kepentingan pemerintah kabupaten maupun kepentingan hotel dan resto bisa terjembatani melalui adanya PHRI ini,” ujarnya.
Ia tidak menampik bahwa PHRI Bondowoso sudah cukup lama mengalami kevakuman. Kepengurusan sebelumnya berakhir pada 2023 dan hingga kini belum terbentuk struktur organisasi baru.
“Memang terakhir PHRI itu kepengurusannya sampai 2023. Jadi sampai sekarang ini memang belum terbentuk kepengurusan yang baru,” tegasnya.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemkab Bondowoso. Sebab, tanpa organisasi yang aktif, komunikasi antara pemerintah daerah dengan pelaku usaha hotel dan restoran belum memiliki wadah bersama yang kuat.
Karena itu, Disparbudpora mendorong agar para pengusaha tidak berjalan sendiri-sendiri.
Mereka diharapkan kembali berhimpun dalam satu organisasi yang mampu membawa kepentingan bersama sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah daerah.
Menurut Gede, PHRI yang nantinya terbentuk diharapkan tidak hanya berorientasi pada pergantian struktur kepengurusan.
Organisasi tersebut harus mampu menjadi ruang untuk membicarakan berbagai persoalan yang dihadapi dunia perhotelan dan restoran.
Mulai dari menyerap aspirasi pelaku usaha, membangun komunikasi dengan pemerintah, hingga merumuskan langkah bersama untuk memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi daerah.
“Sehingga kepentingan pemerintah kabupaten maupun kepentingan hotel dan resto bisa terjembatani,” imbuhnya.
Upaya menghidupkan kembali PHRI dinilai semakin relevan di tengah agenda Bondowoso mengembangkan sektor pariwisata.
Hotel dan restoran merupakan bagian penting dalam rantai industri pariwisata, terutama dalam menopang kebutuhan wisatawan sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Kini, setelah tiga tahun berada dalam kevakuman, Pemkab Bondowoso membuka ruang bagi PHRI untuk kembali berdiri dengan kepengurusan baru.
Tantangannya tinggal bagaimana para pelaku usaha hotel dan restoran menyatukan langkah.
Jika konsolidasi tersebut berhasil, PHRI Bondowoso bukan hanya kembali memiliki struktur organisasi, tetapi juga berpeluang menjadi motor baru penguatan industri hotel, restoran, dan pariwisata Bondowoso.
- Penulis: Redaksi


Saat ini belum ada komentar