Aiptu Ahmad Abadi Terobos Pelosok Bondowoso, Temukan Fakta Memprihatinkan: Lansia Mengaku Tak Pernah Tersentuh Bansos
- account_circle Lik
- calendar_month 6 menit yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar

Aiptu Ahmad Abadi langsung berangkat seorang diri mengendarai sepeda motor
Bondowoso, Aspirasi.co.id – Di tengah derasnya arus informasi di media sosial, sebuah pesan singkat justru memantik aksi kemanusiaan yang menggugah. Berbekal laporan seorang warga, Aiptu Ahmad Abadi, S.H., Bhabinkamtibmas Polsek Curahdami Polres Bondowoso yang akrab disapa Mas Bhabin, menembus pelosok Dusun Jabun, Desa Klabang, Kecamatan Tegalampel, untuk memastikan langsung kondisi para lanjut usia yang hidup dalam keterbatasan dan diduga belum pernah menikmati bantuan sosial, Selasa (14/7/2026).
Aksi kemanusiaan itu bermula dari pesan yang masuk melalui akun TikTok milik Mas Bhabin. Pesan tersebut dikirim oleh Riskiana, warga Dusun Jabun, yang melaporkan adanya sejumlah lansia dan warga kurang mampu dengan kondisi kehidupan yang sangat memprihatinkan serta membutuhkan uluran tangan.
Tanpa berpikir panjang, Aiptu Ahmad Abadi langsung berangkat seorang diri mengendarai sepeda motor, menyusuri jalan sempit dan medan yang cukup berat demi memastikan kebenaran informasi tersebut.
Setibanya di lokasi, ia disambut Riskiana bersama suaminya. Keduanya kemudian mendampingi perjalanan dari rumah ke rumah, menunjukkan kediaman warga yang membutuhkan sekaligus membantu mendistribusikan paket sembako hingga seluruh bantuan tersalurkan.
Rumah yang dikunjungi di antaranya milik Bu Katik, Bu Darrus, Bu Ayani, Bu Samud, Bu Rumyana, dan Bu Tori. Sebagian besar merupakan janda lanjut usia yang hidup seorang diri, tanpa pekerjaan tetap, dan berjuang memenuhi kebutuhan hidup di tengah keterbatasan ekonomi.
Sebagai bentuk kepedulian, Mas Bhabin menyerahkan paket sembako berisi beras, minyak goreng, dan berbagai kebutuhan pokok lainnya untuk meringankan beban hidup para lansia tersebut.
Namun, di balik aksi sosial itu tersimpan fakta yang memantik keprihatinan. Berdasarkan pengakuan sejumlah warga, mereka mengaku sudah bertahun-tahun tidak pernah menerima bantuan sosial, meski kondisi ekonomi mereka dinilai sangat layak menjadi penerima manfaat.
Temuan tersebut bukan kali pertama dijumpai Aiptu Ahmad Abadi. Selama aktif menjalankan berbagai kegiatan sosial di sejumlah wilayah Kabupaten Bondowoso, ia mengaku berulang kali menemukan warga kurang mampu yang menyampaikan keluhan serupa.
Mereka merasa belum pernah tersentuh bantuan, padahal memenuhi kriteria sebagai masyarakat yang berhak memperoleh perlindungan sosial dari negara.
Kondisi ini menjadi perhatian serius mengingat pemerintah telah menyiapkan berbagai program perlindungan sosial, mulai dari Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan, Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD), Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), hingga bantuan bagi lanjut usia dan penyandang disabilitas.
Karena itu, verifikasi dan pemutakhiran data penerima manfaat menjadi langkah yang sangat penting agar bantuan benar-benar tepat sasaran.
Aiptu Ahmad Abadi berharap seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat koordinasi dalam melakukan verifikasi dan validasi data sehingga tidak ada lagi warga miskin yang layak menerima bantuan justru terlewat dari pendataan.
“Bantuan sosial merupakan bentuk kehadiran negara bagi masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan. Karena itu, pendataan harus dilakukan secara cermat, objektif, dan berdasarkan kondisi riil di lapangan. Saya berharap pemerintah desa, kecamatan, hingga instansi terkait dapat bersinergi memperbarui data secara berkala agar setiap program benar-benar menyentuh warga yang paling membutuhkan. Ketika data akurat, keadilan sosial akan lebih mudah diwujudkan dan tidak ada lagi masyarakat yang merasa terabaikan,” ujar Aiptu Ahmad Abadi kepada Wira Wiri Entertainment.
Ia juga mendorong pemerintah desa, pemerintah kecamatan, serta instansi terkait untuk terus memperbarui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), memperkuat verifikasi lapangan, memperluas sosialisasi mengenai hak masyarakat atas program bantuan, serta meningkatkan pengawasan agar proses penyaluran berlangsung transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.
Kepedulian yang ditunjukkan Mas Bhabin kembali membuktikan bahwa tugas seorang Bhabinkamtibmas tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Lebih dari itu, ia hadir sebagai penggerak kepedulian sosial yang menjembatani masyarakat dengan harapan dan solusi.
Langkah sederhana yang dilakukan dengan ketulusan menjadi pengingat bahwa masih ada mereka yang rela menembus pelosok demi memastikan tidak ada warga yang terlupakan. Di saat empati hadir bersama aksi nyata, harapan bagi masyarakat kecil pun kembali menyala.
- Penulis: Lik
- Sumber: Humas polres Bondowoso


Saat ini belum ada komentar