BLT DBHCHT Cair, Buruh Pabrik Rokok Terima Bantuan Rp600 Ribu Tanpa Potongan
- account_circle S/A/lik
- calendar_month 43 menit yang lalu
- visibility 10
- comment 0 komentar

Wakil Bupati Bondowoso As’ad Yahya Syafi’i didampingi Dinsos P3AKB saat menyerahkan secara simbolis BLT DBHCHT kepada buruh pabrik rokok di Bondowoso.
Bondowoso, Aspirasi.co.id – Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) mulai menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun 2026 kepada para buruh pabrik rokok di Kabupaten Bondowoso.
Seperti terlihat dalam kegiatan penyaluran di salah satu pabrik rokok, para pekerja menerima bantuan secara langsung sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap kesejahteraan buruh sektor pertembakauan yang menjadi salah satu penopang ekonomi daerah.
Kepala Dinsos P3AKB Bondowoso, M. Imron, menjelaskan bahwa setiap penerima manfaat mendapatkan bantuan sebesar Rp600.000 yang disalurkan melalui PT Pos Indonesia, (17/6/2026).
“Bantuan sebesar Rp600.000 akan diterima langsung oleh masing-masing penerima melalui PT Pos Indonesia. Kami bekerja sama dengan PT Pos karena jaringannya menjangkau seluruh kecamatan sehingga proses penyaluran dapat berjalan lebih mudah, cepat, dan tepat sasaran,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa bantuan yang diberikan harus diterima secara utuh tanpa adanya pemotongan dalam bentuk apa pun.
“Setiap penerima berhak menerima Rp600.000 penuh. Apabila ditemukan adanya potongan, segera laporkan karena bantuan ini tidak boleh dipotong satu rupiah pun,” tegas Imron.
Sementara itu, Wakil Bupati Bondowoso, As’ad Yahya Syafi’i, menyampaikan bahwa program BLT DBHCHT merupakan bentuk nyata pemanfaatan dana bagi hasil cukai hasil tembakau untuk membantu meningkatkan kesejahteraan para pekerja di sektor pertembakauan.
Pada tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Bondowoso menyalurkan bantuan tersebut kepada 7.179 penerima manfaat, yang terdiri dari buruh pabrik rokok aktif maupun pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) atau dirumahkan.
“Program ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah kepada para pekerja sektor pertembakauan. Kami berharap bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarga dan memberikan semangat bagi para penerima dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi,” kata As’ad.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mengawal proses penyaluran agar berjalan transparan, tepat sasaran, dan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Semoga bantuan ini membawa manfaat dan keberkahan bagi masyarakat Bondowoso. Mari kita pastikan bersama bahwa seluruh bantuan diterima oleh mereka yang memang berhak,” pungkasnya.
Foto: Wakil Bupati Bondowoso As’ad Yahya Syafi’i didampingi Dinsos P3AKB saat menyerahkan secara simbolis BLT DBHCHT kepada buruh pabrik rokok di Bondowoso.
- Penulis: S/A/lik


Saat ini belum ada komentar