Bondowoso Gandeng Unesa, 12 Program Pengabdian Siap Dongkrak Ekonomi dan SDM
- account_circle S/A/lik
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar

Anizatul menilai sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia
Bondowoso, Aspirasi.co.id – Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus mengakselerasi kolaborasi dengan dunia perguruan tinggi sebagai langkah strategis untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus mempercepat pembangunan daerah.
Komitmen tersebut ditegaskan melalui peluncuran program Unesa Mengabdi, hasil sinergi antara Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan Pemkab Bondowoso dalam mendukung terwujudnya visi Bondowoso Berkah.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Bondowoso, Anizatul Hamidah, mengatakan program Unesa Mengabdi menjadi implementasi nyata salah satu program unggulan Bupati Bondowoso yang menempatkan daerah ini sebagai pusat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi—pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, Pemkab Bondowoso secara konsisten membuka ruang kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi di Indonesia guna menghadirkan program pemberdayaan masyarakat yang tepat sasaran dan berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan warga.
“Program Unesa Mengabdi merupakan wujud nyata implementasi program unggulan Bupati Bondowoso. Saat ini Unesa melaksanakan 12 kegiatan pengabdian masyarakat berbasis keterampilan (life skill) yang diharapkan mampu memperkuat kapasitas dan kemandirian masyarakat Bondowoso,” ujar Anizatul saat membuka kegiatan tersebut, Sabtu (1/8/2026).
Ia menjelaskan, kerja sama tersebut diawali melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Unesa dan Pemerintah Kabupaten Bondowoso, kemudian ditindaklanjuti dengan perjanjian kerja sama (PKS) bersama sejumlah perangkat daerah sesuai bidang masing-masing.
Salah satu perangkat daerah yang berperan aktif adalah Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Bondowoso yang menjadi mitra pelaksanaan tiga jenis pelatihan peningkatan kapasitas masyarakat dan pelaku usaha.
Anizatul menegaskan, kehadiran perguruan tinggi di Bondowoso tidak sebatas menjalankan kewajiban akademik, melainkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam menghadirkan solusi atas berbagai tantangan pembangunan daerah.
“Di tengah keterbatasan fiskal daerah, kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi kekuatan baru untuk menghadirkan inovasi dan solusi. Kami berharap semakin banyak kampus yang menjadikan Bondowoso sebagai laboratorium pengabdian masyarakat sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan warga,” katanya.
Ia menambahkan, sinergi dengan perguruan tinggi telah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir.
Kampus-kampus seperti Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya dan Universitas Gadjah Mada (UGM) secara berkelanjutan melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan berbagai kegiatan pengabdian masyarakat di Bondowoso.
Melalui program Unesa Mengabdi tahun ini, masyarakat memperoleh berbagai pelatihan berbasis keterampilan, mulai dari peningkatan kapasitas kelembagaan hingga pengembangan usaha produktif.
Pemkab Bondowoso berharap hasil pelatihan tersebut mampu melahirkan produk-produk unggulan yang bernilai ekonomi dan terintegrasi dengan program pengembangan koperasi desa sebagai penggerak ekonomi lokal.
“Harapannya, produk-produk yang lahir dari pelatihan ini mampu berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan serta memperkuat ekonomi masyarakat melalui koperasi dan usaha bersama di tingkat desa,” ungkapnya.
Lebih jauh, Anizatul menilai sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), menekan angka kemiskinan, memperluas akses pendidikan, sekaligus mencetak masyarakat yang lebih terampil, inovatif, dan berdaya saing.
Ia optimistis kolaborasi yang terus diperluas akan menjadi motor penggerak pembangunan berbasis riset, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat.
“Melalui semangat Unesa Mengabdi, kami ingin memastikan kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah benar-benar menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat. Inilah ikhtiar bersama menuju Bondowoso yang semakin maju, mandiri, dan berkah,” pungkasnya.
Program bertajuk “Unesa Mengabdi untuk Mewujudkan Bondowoso Berkah” menjadi simbol penguatan kemitraan antara dunia akademik dan pemerintah daerah dalam menciptakan masyarakat yang lebih mandiri, produktif, inovatif, dan berdaya saing.
- Penulis: S/A/lik


Saat ini belum ada komentar