Karanganyar Resmi Jadi Desa Budaya ke-9 Bondowoso, Bupati: Budaya Harus Jadi Penggerak Ekonomi dan Jati Diri Daerah
- account_circle Redaksi
- calendar_month Kam, 30 Jul 2026
- visibility 21
- comment 0 komentar

Desa Karanganyar menjadi Desa Budaya ke-9 di Bondowoso
Bondowoso, Aspirasi.co.id – Pemerintah Kabupaten Bondowoso kembali memperkuat komitmennya dalam melestarikan warisan budaya lokal dengan mencanangkan Desa Karanganyar sebagai Desa Budaya ke-9 di Kabupaten Bondowoso.
Pencanangan ini menjadi langkah strategis untuk menjaga tradisi leluhur sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis budaya dan pariwisata, (30/7/2026).
Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Bondowoso, Gede Budiawan, mengatakan pencanangan Desa Budaya merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat identitas budaya daerah sekaligus menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
“Desa Karanganyar menjadi Desa Budaya ke-9 di Bondowoso. Sebelumnya telah ditetapkan delapan desa budaya lainnya. Melalui program ini kami ingin menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap identitas budaya lokal sekaligus mengembangkan pariwisata berbasis budaya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pada tahun 2026 Pemkab Bondowoso juga akan mengusulkan salah satu kesenian daerah sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Sebelumnya, kesenian Singo Ulung dan tradisi Gugur Gunung telah lebih dahulu ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia.
Menurut Gede, pencanangan Desa Budaya Karanganyar juga diramaikan penampilan delapan kesenian tradisional yang melibatkan sekitar 60 pelaku seni, kehadiran 10 pelaku UMKM lokal, pasar murah dari Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan, serta layanan pemeriksaan kesehatan gratis dari Dinas Kesehatan Bondowoso.
Sementara itu, Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, menegaskan bahwa pencanangan Desa Budaya bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan komitmen nyata pemerintah bersama masyarakat untuk menjaga, melestarikan, dan mengembangkan kekayaan budaya sebagai identitas daerah.
“Desa Karanganyar memiliki kekayaan budaya yang hidup dan diwariskan secara turun-temurun selama ratusan tahun. Tradisi yang dimiliki masyarakat menjadi bukti adanya nilai luhur berupa kebersamaan, penghormatan kepada Sang Pencipta, serta semangat menjaga harmoni kehidupan,” kata Bupati.
Menurutnya, di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi, budaya lokal tidak boleh hanya menjadi cerita masa lalu. Budaya harus tetap hidup, dipraktikkan, dipelajari generasi muda, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati dirinya.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai akar budayanya,” tegasnya.
Bupati berharap Desa Budaya Karanganyar menjadi pusat pembelajaran budaya, ruang kreativitas masyarakat, sekaligus motor penggerak ekonomi melalui pengembangan pariwisata berbasis budaya, pemberdayaan UMKM, dan penguatan identitas lokal.
Ia juga mendorong agar berbagai tradisi dan kesenian terus diwariskan melalui pendidikan, kegiatan seni budaya, dokumentasi, penelitian, hingga promosi yang lebih luas sehingga semakin dikenal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Sejalan dengan semangat Bondowoso Berkah, budaya bukan hanya warisan yang harus dijaga, tetapi juga modal sosial untuk menggerakkan pembangunan daerah yang maju, sejahtera, dan tetap berakar pada nilai-nilai kearifan lokal,” pungkasnya.
- Penulis: Redaksi


Saat ini belum ada komentar