Petaka di Tenggarang! Api Menyambar Saat Isi Bensin, Pemilik Warung Madura Luka Bakar 40 Persen
- account_circle Tim
- calendar_month Sel, 3 Nov 2026
- visibility 7
- comment 0 komentar

Satu kelalaian, dampaknya bisa menjadi petaka. Mari lebih waspada saat menangani BBM dan jauhkan dari segala sumber api.
BONDOWOSO, Aspirasi.co.id – Niat mengisi bensin ke botol eceran justru berujung petaka. Sebuah Warung Madura di Kelurahan Tenggarang, Kecamatan Tenggarang, Kabupaten Bondowoso, dilalap si jago merah pada Senin malam (2/11/2026) sekitar pukul 22.00 WIB.
Peristiwa tersebut mengakibatkan pemilik warung mengalami luka bakar serius hingga sekitar 40 persen.
Korban diketahui bernama Robi, warga Desa Kemuningan, Kecamatan Taman Krocok. Ia mengalami luka bakar pada kedua tangan dan kedua kaki, kemudian langsung dilarikan ke Puskesmas Tenggarang untuk mendapatkan penanganan medis.
Berdasarkan laporan sementara Pemadam Kebakaran (Damkar) Bondowoso, kebakaran bermula ketika warung dalam kondisi sudah tutup. Saat itu, Robi sedang memindahkan bensin ke dalam botol untuk dijual secara eceran.
Namun, nahas, selang yang digunakan untuk memindahkan bensin terlepas tanpa disadari sehingga bahan bakar tumpah. Di saat bersamaan, korban hendak menyalakan rokok.
Diduga, api langsung menyambar bensin hingga kobaran membesar dan melahap bangunan warung.
Menceritakan kejadian tersebut, Robi mengaku tidak pernah menyangka aktivitas yang semula dianggap biasa justru berakhir dengan musibah.
“Saya benar-benar tidak menyangka kejadian ini akan berakhir seperti ini. Awalnya saya hanya berniat memindahkan bensin ke botol eceran. Namun, selang yang digunakan terlepas dan bensin tumpah. Pada saat bersamaan, saya hendak menyalakan rokok, tiba-tiba api langsung menyambar dan membesar. Saya tidak sempat berbuat banyak karena api begitu cepat membesar,” ungkapnya.
Ia juga mengaku mengalami luka bakar pada kedua tangan dan kakinya. Peristiwa tersebut menjadi pelajaran berharga agar lebih berhati-hati ketika menangani bahan bakar yang mudah terbakar.
“Saya berharap masyarakat lebih berhati-hati, khususnya saat menangani bensin. Jangan sampai kejadian seperti yang saya alami menimpa orang lain,” imbuhnya.
Sementara itu, warga yang mengetahui kejadian tersebut segera melaporkan kebakaran kepada petugas Damkar Bondowoso. Petugas kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan asesmen dan penanganan kejadian.
Akibat kebakaran tersebut, sejumlah barang di dalam warung dilaporkan hangus terbakar. Di antaranya dua unit sepeda motor jenis Honda CBR dan Yamaha Vixion, persediaan sembako, bensin, rokok, serta barang dagangan lainnya. Bangunan warung juga turut terdampak.
Berdasarkan estimasi sementara dalam laporan Damkar, total kerugian materiil akibat peristiwa tersebut diperkirakan mencapai Rp80 juta.
Penanganan kejadian turut melibatkan Polsek Tenggarang, personel Brimob Tenggarang, Koramil Tenggarang, Satlantas, PLN, serta warga setempat.
Peristiwa ini menjadi peringatan keras bahwa bensin bukan sekadar cairan yang mudah terbakar, tetapi juga memiliki uap yang sangat mudah tersulut api.
Masyarakat diimbau tidak merokok atau menyalakan sumber api di sekitar aktivitas penyimpanan maupun pemindahan BBM.
Sebab, satu kelalaian kecil dalam hitungan detik dapat berubah menjadi petaka besar yang mengancam keselamatan jiwa dan harta benda.
- Penulis: Tim


Saat ini belum ada komentar