Alarm Musim Hujan Berbunyi! Kapolres Bondowoso Kerahkan Kekuatan Gabungan Siaga Banjir dan Longsor
- account_circle Tim
- calendar_month 1 menit yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar

Kapolres Bondowoso, AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K., M.M., di halaman Mapolres Bondowoso, Rabu (4/11/2026), mulai pukul 08.00 WIB.
BONDOWOSO, Aspirasi.co.id – Ancaman banjir dan tanah longsor saat musim hujan tak bisa dipandang sebelah mata. Mengantisipasi potensi bencana yang mengintai sejumlah wilayah, Polres Bondowoso memperkuat barisan kesiapsiagaan dengan menggelar Apel Tanggap Bencana Banjir dan Tanah Longsor Tahun 2026.
Apel yang melibatkan kekuatan lintas instansi tersebut dipimpin langsung Kapolres Bondowoso, AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K., M.M., di halaman Mapolres Bondowoso, Rabu (4/11/2026), mulai pukul 08.00 WIB.
Kegiatan ini menjadi penegasan bahwa kesiapan menghadapi bencana bukan sekadar agenda seremonial, melainkan langkah konkret untuk memastikan keselamatan masyarakat ketika situasi darurat terjadi.
Sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pimpinan instansi terkait turut hadir. Di antaranya Wakapolres Bondowoso Kompol I Gede Suartika, S.H., M.H., Kasdim 0822 Bondowoso Mayor Inf. Teguh Hery Wignyono, Kepala BPBD Kristianto Putro Prasojo, Kadinsos dr. Mohammad Imron, Kasatpol PP Aries Agung Sungkowo, Kadishub Drs. Sigit Purnomo, Karumkit Bhayangkara Kompol dr. Agung Darmawan, Danki Brimob 3 Batalyon B Pelopor AKP Suprianto, serta Adm KKPH Perhutani Misbakhul Munir.
Dalam amanat Kapolda Jawa Timur yang dibacakannya, AKBP Aryo menyoroti tingginya potensi ancaman bencana alam di Jawa Timur. Sepanjang 2026, tercatat sebanyak 672 kejadian bencana alam terjadi di wilayah provinsi tersebut.
Kondisi ini menjadi peringatan serius bagi seluruh jajaran agar tidak lengah, terlebih BMKG memprediksi musim hujan 2026–2027 datang lebih lambat dibandingkan kondisi normal. Situasi tersebut turut mengindikasikan potensi cuaca ekstrem di sejumlah daerah.
“BMKG memprediksi musim hujan tahun 2026–2027 datang lebih lambat dari kondisi normal, yang mengindikasikan potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah. Seluruh jajaran dilarang underestimate dan harus senantiasa meningkatkan kesiapsiagaan,” tegas AKBP Aryo saat membacakan amanat Kapolda Jatim.
Ia juga menekankan bahwa kehadiran negara harus benar-benar dirasakan masyarakat, terutama ketika bencana terjadi. Kecepatan respons, ketepatan penanganan, serta soliditas seluruh unsur menjadi faktor penting dalam meminimalkan risiko dan dampak bencana.
Karena itu, sejumlah langkah strategis menjadi perhatian, mulai dari memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana, memperkuat koordinasi lintas sektoral, hingga memetakan kawasan rawan bencana bersama seluruh pemangku kepentingan.
Kekuatan gabungan yang diterjunkan dalam apel tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari peleton TNI Kodim 0822 Bondowoso dan Yonif 514 Raider, Kompi III Den B Brimob, jajaran fungsi Polres Bondowoso yang terdiri atas Sat Samapta, Sat Lantas, Intelkam, Reskrim dan Resnarkoba.
Selain itu, turut bergabung personel Satpol PP, Dishub, BPBD, Polhut, RS Bhayangkara, Dinkes, Dinsos, hingga elemen masyarakat dari Senkom dan Orari.
Tak berhenti pada apel pasukan, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan kendaraan operasional, sarana prasarana, serta berbagai peralatan penanggulangan bencana.
Pengecekan ini dilakukan untuk memastikan seluruh perlengkapan berfungsi optimal dan siap digerakkan sewaktu-waktu ketika banjir maupun tanah longsor melanda wilayah Bondowoso.
Melalui kesiapsiagaan terpadu tersebut, Polres Bondowoso bersama TNI, pemerintah daerah, dan seluruh elemen terkait berupaya membangun respons cepat dan terkoordinasi dalam menghadapi ancaman bencana.
Sebab, ketika bencana datang tanpa aba-aba, kesiapan adalah kunci. Bukan hanya soal seberapa banyak personel yang diterjunkan, tetapi seberapa cepat pertolongan hadir untuk menyelamatkan masyarakat.
- Penulis: Tim


Saat ini belum ada komentar