Wabup Bondowoso Tinjau Bakti Sosial KB MOW 2026, Dorong Pengendalian Penduduk Berkualitas
- account_circle Redaksi
- calendar_month 1 menit yang lalu
- visibility 2
- comment 0 komentar

Wabup As’ad Yahya Syafi’i meninjau seluruh alur pelayanan mulai dari pendaftaran peserta, ruang tunggu, kamar operasi hingga ruang observasi pascaoperasi
Bondowoso, Aspirasi.co.id – Wakil Bupati Bondowoso, As’ad Yahya Syafi’i, meninjau langsung pelaksanaan kegiatan Bakti Sosial Pelayanan Keluarga Berencana Metode Operasi Wanita (MOW) Tahun 2026 yang digelar di RSUD dr. Koesnadi Bondowoso, Sabtu (20/6/2026)
Kegiatan yang merupakan bagian dari upaya pengendalian penduduk dan peningkatan kualitas keluarga tersebut mendapat antusiasme masyarakat.
Pelayanan MOW dilaksanakan dengan dukungan tenaga kesehatan, pemerintah daerah, serta unsur TNI yang turut membantu penyediaan sarana pendukung.
Dalam kunjungannya, Wabup As’ad Yahya Syafi’i meninjau seluruh alur pelayanan mulai dari pendaftaran peserta, ruang tunggu, kamar operasi hingga ruang observasi pascaoperasi.
Ia memastikan pelayanan berjalan lancar dan peserta mendapatkan pendampingan yang memadai.
Direktur RSUD dr. Koesnadi menjelaskan, pihak rumah sakit telah menyiapkan sejumlah fasilitas untuk mendukung kelancaran kegiatan.
Selain ruang operasi, rumah sakit juga memanfaatkan aula sebagai ruang observasi pascaoperasi mengingat keterbatasan kapasitas tempat tidur.
“Peserta yang telah menjalani operasi membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk observasi. Jika ruang aula penuh, maka akan dialihkan ke ruangan lain yang telah disiapkan. Dukungan dari TNI juga sangat membantu, terutama dalam penyediaan tempat tidur dan sarana pendukung lainnya,” ujarnya.
Wakil Bupati menegaskan bahwa program MOW merupakan salah satu strategi pemerintah dalam mewujudkan pengendalian pertumbuhan penduduk yang lebih berkualitas.
Menurutnya, program ini ditujukan bagi pasangan usia subur yang telah memiliki jumlah anak yang dianggap cukup dan tidak berencana menambah keturunan.
“Ini adalah bagian dari upaya pengendalian penduduk agar kualitas keluarga semakin baik. Harapannya kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan jumlah peserta setiap tahun bisa semakin meningkat,” kata As’ad.
Ia juga mengungkapkan bahwa selain program MOW bagi perempuan, Pemerintah Kabupaten Bondowoso juga akan melaksanakan program Metode Operasi Pria (MOP) atau vasektomi bagi kaum laki-laki.
Program tersebut menjadi salah satu alternatif dalam mendukung keberhasilan program keluarga berencana secara menyeluruh.
Meski jumlah peserta tahun ini mengalami sedikit penyesuaian dibandingkan tahun sebelumnya, pelaksanaan program tetap mendapat dukungan anggaran dari pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Dukungan tersebut memungkinkan peningkatan cakupan pelayanan kepada masyarakat.
Melalui kegiatan bakti sosial KB MOW ini, Pemerintah Kabupaten Bondowoso berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keluarga semakin meningkat, sehingga mampu menciptakan keluarga yang sehat, sejahtera, dan berkualitas menuju Bondowoso yang lebih maju.
- Penulis: Redaksi


Saat ini belum ada komentar