Ratusan Juru Parkir Surabaya Geruduk DPRD, Protes Pemutusan Sepihak Lahan Parkir Mie Gacoan
- account_circle ***
- calendar_month Sab, 30 Agu 2025
- visibility 224
- comment 0 komentar

Ketua PJS Surabaya, Izul Fiqri ST, menyebut keputusan itu mencederai kearifan lokal
SURABAYA, Aspirasi.co.id – Ratusan massa dari Paguyuban Juru Parkir Surabaya (PJS) mendatangi Gedung DPRD Kota Surabaya, Selasa (26/8/2025).
Mereka memprotes dugaan pemutusan sepihak kerja sama pengelolaan lahan parkir di sejumlah outlet Mie Gacoan oleh PT Pesta Pora Abadi selaku manajemen.
Ketua PJS Surabaya, Izul Fiqri ST, menyebut keputusan itu mencederai kearifan lokal. Menurutnya, para juru parkir selama ini tak hanya mengatur kendaraan, tetapi juga ikut menjaga kelancaran usaha, mulai dari urusan perizinan hingga keamanan sekitar lokasi.
“Yang bikin kaget, pemutusan itu hanya berdasar aduan netizen. Padahal suara netizen tidak bisa dijadikan kitab suci. Apa yang terlihat di media sosial belum tentu sama dengan fakta di lapangan,” tegas Izul saat audiensi dengan Komisi B DPRD Surabaya.
Ia menjelaskan, pola kontrak kerja sama parkir beragam ada yang tanpa batas waktu, ada juga yang dievaluasi tiap enam bulan.
Sistem setoran dilakukan per bill, di mana sebagian biaya parkir diserahkan ke manajemen. Namun, menurut Izul, pola tersebut seringkali merugikan juru parkir karena tak sebanding dengan jumlah kendaraan yang ditangani.
Menanggapi hal itu, anggota Komisi B DPRD Surabaya, Agoeng Prasojo, menilai persoalan parkir di Mie Gacoan bukan hanya soal kontrak semata, melainkan juga arah modernisasi sistem parkir ke depan.
“Saya ingin tahu, apakah PJS siap menggunakan sistem parkir modern seperti barrier gate atau parkir satu pintu? Karena arah kebijakan saat ini memang menuju ke sana,” ujar Agoeng.
- Penulis: ***



Saat ini belum ada komentar