Dulu Buruh Tani Rp50 Ribu, Kini Feri Punya 16 Sapi
- account_circle Redaksi
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar

MAT PECI dapat mempercepat pertumbuhan aset
BONDOWOSO, ASPIRASI.CO.ID – Dari buruh tani berupah Rp50 ribu sehari, Feri Efendi kini memiliki 16 ekor sapi. Warga Desa Sumbergading, Kecamatan Sumberwringin, Bondowoso, itu bahkan sudah menjadi pemodal bagi tujuh peternak lain dengan menggaduhkan 14 sapinya.
Perubahan itu dibangun bertahap melalui Manajemen Ternak Pedet Cepat jadi Induk (MAT PECI), inovasi inseminator Kecamatan Sumberwringin, Indra Wijaya.
Feri mulai menerapkan pola tersebut sejak 2016. Pedet yang lahir tidak langsung dijual untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi hasilnya diputar untuk membeli indukan yang siap kawin.
“Tidak saya jual full, tapi diganti sama indukan. Terus begitu,” ujar Feri, Minggu (9/8/2026).
Strategi itu membuat jumlah ternaknya terus bertambah. Pada 2020, ia bahkan mampu membangun rumah dan membeli sepeda motor dari hasil ternak.
Menurut Indra, MAT PECI dapat mempercepat pertumbuhan aset. Dalam simulasi lima tahun, satu indukan secara konvensional berkembang menjadi sekitar sembilan ekor.
Dengan MAT PECI, jumlahnya bisa mencapai 32 ekor, dengan nilai aset diperkirakan sekitar Rp418 juta.
Kepala Disnakan Bondowoso Hendri Widotono mengatakan inovasi tersebut akan diperluas melalui sekolah lapang yang ditargetkan menjangkau 219 desa.
Feri nantinya menjadi salah satu peternak yang dilibatkan untuk berbagi pengalaman.
“Dari penggaduh, akhirnya menggaduhkan. Dari pekerja, sekarang menjadi orang yang mempekerjakan,” kata Hendri.
MAT PECI diharapkan menjadi salah satu cara mempercepat pemulihan populasi sapi Bondowoso sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak.
- Penulis: Redaksi


Saat ini belum ada komentar