Investor Tak Cukup Dipanggil! Hj. Zainiye Sebut Toleransi Jadi Kunci Ekonomi Bondowoso
- account_circle Redaksi
- calendar_month 2 menit yang lalu
- visibility 2
- comment 0 komentar

Pesan tersebut disampaikan anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Hj. Zainiye
BONDOWOSO, Aspirasi.co.id – Tantangan fiskal yang dihadapi daerah menuntut lebih dari sekadar mengandalkan kucuran dana pemerintah pusat, (18/10/2026).
Bondowoso dinilai perlu memperkuat pendapatan asli daerah (PAD), membuka pintu investasi, sekaligus menjaga kondusivitas sosial melalui toleransi dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Hj. Zainiye, saat menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah, tokoh agama, pengasuh pondok pesantren, tokoh perempuan, pemuda, hingga seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong kemajuan Bondowoso.
Menurut Zainiye, Bondowoso memiliki karakter sosial dan kultural yang relatif mirip dengan Kabupaten Situbondo.
Keduanya memiliki banyak pondok pesantren, kearifan lokal yang kuat, serta tantangan dalam memperkuat kapasitas fiskal dan perekonomian daerah.
Kondisi tersebut, kata dia, menjadi alasan penting bagi seluruh kekuatan masyarakat untuk berjalan bersama.
Potensi pesantren, tokoh masyarakat, organisasi politik, dunia pendidikan, dan komunitas perempuan perlu disinergikan agar menjadi kekuatan pembangunan.
“Dengan kemampuan APBD yang sekarang mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, tentu perlu ada penguatan fiskal. Daerah tidak bisa hanya menggantungkan diri pada transfer pemerintah pusat ke daerah,” tegasnya.
Investasi Tak Cukup Hanya dengan Promosi
Zainiye menilai, salah satu jalan untuk memperkuat kemampuan keuangan daerah adalah meningkatkan PAD melalui kreativitas, inovasi, serta masuknya investasi.
Namun, ia mengingatkan bahwa menarik investor bukan pekerjaan mudah. Selain menawarkan potensi ekonomi, daerah juga harus mampu menghadirkan iklim yang kondusif, aman, dan memberikan kepastian bagi pelaku usaha.
Menurutnya, toleransi dan kebersamaan bukan sekadar slogan sosial, melainkan modal penting dalam membangun kepercayaan terhadap daerah.
“Investasi itu tidak bisa datang begitu saja. Kuncinya adalah bagaimana daerah tetap kondusif, masyarakat saling menghargai keberagaman, dan seluruh elemen memiliki satu persepsi untuk membangun Bondowoso menjadi lebih baik,” ujarnya.
Ia menekankan, pesan tersebut harus diteruskan oleh setiap pemangku kepentingan kepada komunitas masing-masing.
Para pengasuh pondok pesantren, tokoh perempuan, kepala sekolah, tokoh pemuda, hingga pengurus partai politik dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga suasana sosial tetap harmonis.
Dengan dukungan bersama, Bondowoso diharapkan mampu membangun kepercayaan investor sekaligus menciptakan ruang bagi tumbuhnya kegiatan ekonomi baru.
Perbedaan Politik Jangan Menjadi Penghalang
Zainiye juga menyinggung pentingnya merangkul seluruh elemen masyarakat setelah kontestasi Pilkada.
Perbedaan pilihan politik, menurutnya, tidak seharusnya terus menjadi sekat ketika daerah membutuhkan kerja bersama untuk menghadapi tekanan ekonomi.
Ia mengajak pihak-pihak yang sebelumnya berada dalam kelompok pendukung berbeda agar kembali menyatukan langkah demi kepentingan masyarakat Bondowoso.
“Bagaimana ke depan, baik yang mendukung maupun yang tidak mendukung, semuanya bisa dirangkul bersama untuk memajukan Bondowoso,” ungkapnya.
Pesan itu menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah tidak cukup hanya bertumpu pada kebijakan pemerintah. Dukungan masyarakat, komunikasi lintas kelompok, serta kemampuan membangun kolaborasi juga menjadi faktor penting untuk menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Di tengah tantangan fiskal, Bondowoso dituntut mencari sumber-sumber pendapatan baru tanpa mengabaikan kekuatan sosial yang selama ini menjadi bagian dari identitas daerah.
Bagi Zainiye, toleransi, kebersamaan, dan keterbukaan terhadap investasi perlu berjalan beriringan.
Sebab, ketika seluruh elemen mampu menjaga kondusivitas dan bergerak dalam satu tujuan pembangunan, peluang untuk memperkuat ekonomi daerah akan semakin terbuka.
- Penulis: Redaksi


Saat ini belum ada komentar