PPP Bondowoso Bidik Kebangkitan! Pesan KH Hasan: Politik Harus Punya Manfaat Nyata
- account_circle Redaksi
- calendar_month 3 menit yang lalu
- visibility 2
- comment 0 komentar

Politik Bukan Sekadar Jabatan, tetapi Jalan Memperjuangkan Umat
BONDOWOSO, Aspirasi.co.id – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Hari Santri Nasional yang digelar Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Bondowoso menjadi momentum untuk mempertegas kembali arah perjuangan politik berbasis nilai-nilai keislaman.
Dalam kegiatan tersebut, KH. Moh. Hasan, S.H., M.H., menyampaikan pesan tegas bahwa politik tidak semata-mata soal kekuasaan, jabatan, maupun perebutan pengaruh, (20/10/2026).
Lebih dari itu, politik harus menjadi sarana memperjuangkan kemaslahatan umat, menegakkan amar ma’ruf nahi mungkar, serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Di hadapan para kader dan pengurus PPP, KH. Hasan mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut dipersiapkan dalam waktu relatif singkat, hanya sekitar satu minggu.
Semula, acara direncanakan berlangsung pada bulan Maulid sebelumnya, tetapi harus menyesuaikan jadwal kiai yang diundang.
Meski persiapannya mendadak, ia berharap kegiatan tersebut menjadi titik penguat semangat kader untuk membesarkan PPP di Bondowoso.
Ia juga memberikan apresiasi kepada KH. Muhammad Idror Maimoen Zubair yang dinilainya memiliki peran strategis dalam menggerakkan organisasi dan memperkuat konsolidasi partai.
Menurutnya, penguatan organisasi, termasuk melalui wadah kegiatan kader dan keagamaan, menjadi bagian penting dalam membangun kembali kejayaan PPP.
Politik Bukan Sekadar Jabatan, tetapi Jalan Memperjuangkan Umat
Dalam pidatonya, KH. Hasan menekankan pentingnya umat Islam memahami hubungan antara politik dan perjuangan sosial-keagamaan.
Ia merujuk pemikiran ulama Abdul Hasan an-Nadwi mengenai tantangan umat Islam dalam menjalankan amar ma’ruf nahi mungkar di tengah kehidupan bernegara.
Menurutnya, sejumlah agenda kebaikan akan sulit diwujudkan secara luas apabila umat tidak memiliki ruang dan peran dalam proses pengambilan kebijakan.
“Kenapa kita harus berpolitik? Karena kita tidak bisa menguasai kebijakan dan pemerintahan tanpa melalui politik. Di sinilah pentingnya kita menjadi bagian dari partai, agar dapat memperjuangkan amar ma’ruf nahi mungkar,” tegasnya dalam substansi pidato tersebut.
Ia menilai, keterlibatan kader dalam politik harus dibarengi dengan niat pengabdian, bukan sekadar mengejar posisi strategis.
Baginya, keberadaan partai politik seharusnya menjadi jembatan antara aspirasi masyarakat, nilai-nilai keagamaan, dan kebijakan pemerintah yang berpihak kepada kepentingan publik.
Angkat Contoh Kenaikan Insentif Guru Ngaji
Untuk memperkuat argumentasinya, KH. Hasan menyinggung pengalaman politik PPP di Bondowoso, khususnya pada masa kepemimpinan Bupati KH. Salwa Arifin.
Ia mengingat kembali perjuangan terkait peningkatan insentif guru ngaji. Menurutnya, perubahan kebijakan tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana keterlibatan dalam politik dapat membuka jalan bagi aspirasi masyarakat untuk diperjuangkan melalui pemerintahan.
Ia juga menyinggung bantuan kendaraan operasional bagi sejumlah pondok pesantren pada masa pemerintahan tersebut.
“Lagi-lagi, ini karena politik. Kalau kita ingin memperjuangkan kepentingan umat, maka kita harus memiliki peran dalam pengambilan kebijakan,” menjadi inti pesan yang disampaikan KH. Hasan.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya peran kader dalam mengawal kebijakan publik agar tetap sejalan dengan nilai moral dan kepentingan masyarakat.
Ia mencontohkan pengalaman ketika dirinya mengaku ikut mendorong penghentian sebuah kegiatan yang dinilainya bertentangan dengan nilai-nilai yang diperjuangkan partai. Namun, jenis kegiatan dan waktu kejadiannya tidak dijelaskan secara terperinci dalam materi pidato yang tersedia.
KH. Idror Ajak Umat Kembali Meneladani Rasulullah
Sementara itu, KH. Muhammad Idror Maimoen Zubair dalam pidatonya mengajak umat Islam menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum untuk kembali mempelajari sejarah, perjuangan, dan keteladanan Rasulullah.
Menurutnya, Nabi Muhammad SAW hadir sebagai penerang umat, pembawa kemajuan, sekaligus pembebas manusia dari kebodohan.
Ia menekankan bahwa kecintaan kepada Rasulullah tidak cukup hanya diwujudkan melalui perayaan seremonial. Kecintaan tersebut harus diikuti dengan kesungguhan mempelajari sunnah, memahami sejarah perjuangan Nabi, serta menerapkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.
KH. Idror juga mengisahkan pentingnya kembali merujuk pada tuntunan Rasulullah ketika umat menghadapi persoalan dan kesulitan.
Ia mengajak masyarakat untuk terus membaca Maulid, mempelajari sirah nabawiyah, serta memperbanyak kajian keislaman agar generasi mendatang semakin mengenal sosok dan perjuangan Nabi Muhammad SAW.
“ Mari kita kembali kepada Nabi Muhammad SAW. Pelajari kembali sunnah dan perjalanan hidup beliau, serta terus hidupkan kecintaan kepada Rasulullah,” demikian inti pesan yang disampaikan dalam pidatonya.
Momentum Konsolidasi PPP dan Kebangkitan Santri
Peringatan Maulid Nabi dan Hari Santri Nasional ini sekaligus menjadi ruang untuk mempertemukan semangat keagamaan dengan perjuangan politik yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Bagi PPP, nilai amar ma’ruf nahi mungkar menjadi landasan moral yang harus diterjemahkan ke dalam kerja nyata, mulai dari memperjuangkan kesejahteraan masyarakat, mendukung pendidikan keagamaan, memperhatikan guru ngaji, hingga mengawal kebijakan publik.
Pesan yang mengemuka dalam kegiatan tersebut jelas: politik membutuhkan nilai, sementara perjuangan keagamaan juga membutuhkan ikhtiar nyata dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Di tengah tantangan pembangunan daerah, PPP Bondowoso dihadapkan pada pekerjaan penting untuk memperkuat konsolidasi kader sekaligus membuktikan bahwa nilai-nilai perjuangan partai dapat hadir dalam kebijakan yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Bukan sekadar merayakan Maulid dan Hari Santri, tetapi menghidupkan keteladanan Rasulullah dalam perjuangan serta menjadikan politik sebagai jalan pengabdian kepada umat.
- Penulis: Redaksi


Saat ini belum ada komentar